MELACAK AKAR KONFLIK ANTAR PERGURUAN SILAT DI KARISIDENAN MADIUN
Kasus perkelahian antar perguruan silat yang di motori oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Setia Hati winongo atau di sebut STK (Sedulur tunggal kecer) dikaresidenan madiun akhir-akhir ini sangat marak dan melibatkan masa pendukung secara massif dan di sertai dengan pengerusakan serta jatuhnya korban jiwa. Konflik yang berpangkal dari perbedaan penafsiran dan klaim kebenaran tentang ideoligi keSHan merambat hampir seluruh karisedanan Madiun .hadirnya konflik tersebut juga meinimbulkan keresahan dan ketidaknyaman berbagai lapisan masyarakat.
Arkeologi Kekerasan SH Terate VS SH Winongo .
Perkelahian secara turun temurun antar SH Terate dan SH Winongo tidak lepas dari setting sejarah yang melatarbelakangi . Kedua perguruan tersebut awalnya merupakan satu perguruan yaitu Setia Hati (diawali berdirinya Sedulur Tunggal Kecer) yang berdiri di kampung Tambak Gringsing Surabaya oleh KI Ngabei Soero Diwiryo dari Madiun pada tahun 1903. Pada tahun tersebut KI Ngabei belum menamakan perguruannya dengan nama Setia Hati namun, bernama “Joyo Gendilo Cipto Mulyo” hanya dengan 8 orang siswa, didahului oleh 2 orang saudara yaitu Noto/Gunadi (adik kandung KI Ngabei sendiri) dan kenevel Belanda. Organisasi silat tersebut mendapat hati di kalangan masyarakat sekitar tahun 1917 . yang mana Joyo Gendilo Cipto Mulyo mealkukan demonstarsi silat secara terbuka di alun –alun Madiun dan menjadikannya sebgai perguruan yang popular di kalangan masyarakat karena gerakan yang unik penuh seni dan bertenaga . pada tahun 1917 Joyo Gendilo Cipto Mulyo bergati nama dengan Setia Hati.
Pendiri perguruan tersebut meninggal pada tanggal 10 November 1944 dalam usia 75 tahun, dengan meninggalkan wasiat supaya rumah dan pekarangannya diwakafkan kepada Setia Hati dan selama bu Ngabei Soero Diwiryo masih hidup tetap menetap di rumah tersebut dengan menikmati pensiun dari perguruan tersebut. KI Ngabei dimakamkan di Desa Winongo Madiun dengan batu nisan garnit dengan dikelilingi bunga melati. Dan oleh berbagai kalangan makam Ki Ngabei dijadikan pusat dari perguruan Setia Hati. Dan pada Tahun 1922 Murid KI Ngabei Soero Diwiryo mendirikan Setia Hati Teratai sebagai respon untuk mengembangkan Pencak silat dengan ideologi ke SH an. Pertentangan Ideologi memulai memuncak ketika pendiri SH meninggal yang mana konflik tersebut di motori oleh dua murid kesayangan Ki Ngabei Soero Diwiryo yang mengakibatkan pecahnya SH dan terbagi dalam 2 wilayah teritorial yaitu SH Winongo yang tetap berpusat di Desa Winongo dan SH Terate di Desa Pilangbangau Madiun. Konflik kedua murid merambat sampai akar rumput sampai sekarang yang di penuhi rasa kebencian satu sama lain. Belum lagi konflik di perparah kepentingan politik dan perebutan basis ekonomi.
Basis pendukung antar kedua perguruan di bedakan oleh perbedaan kelas juga. SH Winongo berkembang dalam alan perkotaan dan basis pendukungnya adalah para bangsawan atau priyayi sedangkan SH Teratai berkembang diwilayah pedesaan dan pinggiran kota. Perpecahan kedua perguruan tadi juga terletak dalam strategi pengembangan ideologi yang satu bersifat ekslusif sedangkan Hardjo Utomo ingin membangun SH yang lebih bisa diterima masyarakat bawah guna melestarikan perguruan.
Melihat dari latar belakang tersebut konflik yang tejadi adalah konflik identitas yang mana kedua perguruan tersebut saling mengklaim kebenaran pembawa nilai Ideoligi SH yang orisinil dan menganggap dirinya yang paling baik dan benar. Klaim kebenaran terus menerus di reproduksi sehingga membentuk praktek –praktek diskursif yang saling meyalahkan satu sama lain.
Konflik yang di gerakkan oleh klaim kebenaran pemegang otoritas tunggal ideologi ke SH an juga di dukung oleh kultur agraris masyarakat setempat yang dalam kehidupan sehari-hari tidak mempunyai kegiatan selain bertani untuk memenuhi kebutuhan sehari –hari. Tumbuh suburnya perguruan silat di karesidenan Madiun juga di topang oleh idelogi pencak silat yang di olah kebatinan kejawen yang sangat familiar dalam kehidupan sehari –hari. Implikasinya kelompok silat menjadi suatu yang itegral dalam kehidupan masyarakat dan masyarakat juga ikut melestarikan konflik di sebabkan tingkat partisipasinya dalam kelompok silat sangat tinggi. Hadirnya kelompok silat dalam masyrakat agraris adalah sebuah media sosial untuk melepaskan rutinitas sehari –hari dan sebagai pelepas tekanan kemiskinan yang sering di derita masyarakat petani.
Partisipasi masyarakat yang tinggi dalam kelompok silat dan di barengi sentimen ideologis yang kuat dan cenderung emosional dalam bertindak seringkali di manfaatkan oleh kelompok kepentingan yaitu oleh para politisi lokal untuk mendukung parpol yang di pimpimnya. Fenomena tersebut bisa di lihat Mantan Bupati Ponorogo Markum pada tahun 1998 lalu bergabung menjadi anggota kehormatan SH Terate. Maka kelompok silat yang jumlahnya ribuan sangat potensial untuk mendukung kepentingan parpol tertentu.hadirnya nuansa politisasi dalam sebuah organisasi silat yang menambah rantai konflik semakin panjang dan sangat sulit untuk di selesaikan.
Pertarungan eksistensi antara SH Winongo dan SH Terate juga ber imbas pada perekutan anggota sebanyak –banyaknya. Dalam memperebutkan anggota juga sebagai perebutan basis ekonomi. Hasil Penelitian yang di lakukan oleh E. Probo dia mengambil contoh SH Terate (2002 :6 makalah diskusi),untuk satu kali pelantikan setiap bulan Sura [bulan pertama dalam kalender Jawa], Terate melakukan pelantikan sejumlah 1000-2000 anggota baru, jika satu anggota membayar 700 ribu rupiah, maka uang yang akan masuk ke organisasi dalam satu tahun adalah 700 juta hingga 1,4 milyar rupiah!!! Jumlah yang fantastis. Ini menarik sekali, sebuah organisasi silat dengan jumlah anggota 35.000 orang dan pemasukan 700 juta hingga 1,4 milyar rupiah per tahun..
Maka bila salah satu perguruan silat menguasai satu daerah maka dengan sekuat tenaga akan mempertahankan,karena di situlah eksitensi sebuah perguruan silat di pertaruhkan di lain itu mereka juga tidak mau kehilangan basis ekonominya.
Penutup
Konflik Identitas antara SH Winongo dan SH Teratai yang di mulai dengan klaim kebenaran tentang pemegang teguh ajaran ke SH an sekarang mulai merebak pada perebutan basis ekonomi serta di manfaatkanya kelompok silat sebagai penyokong parpol tertentu. Di lain sisi masyrakat pun ikut melestarikan adanya konflik tersebut. maka untuk menghindari adanya konflik ideologis yang berkepanjanngan perlu di lakukan tindakan yang tegas oleh aparat kepolisian. Serta pemerintah daerah setempat harus menciptakan media sosial yang lain yang dapat membuat masyarakat keluar dari rutinitas sehari-hari dan terlepas dari berbagai tekanan sosial ekonomi yang selalu menghatui.Selain itu pemerintah daerah harus mempunyai program pembangunan yang berorentasi pada kesejahteraan rakyat.karena kita ketahui hadirnya konflik tersebut tidak lepas dari budaya kemiskinan masyarakat setempat.
Maret 25, 2009 pada 6:40 am
saya hanya mengimbau kepada saudara-saudara saya khususnya psht agar dapat mengakui bahwa kita semua adalah murud mereka jadi mereka tidak akan berpihak pada kita kalau terus-terusan cari masalah.leluhur tahu bahwa mana yang sah dan tidak.” ingat ya mas-mas bunyi ke-sh-an. kita
Juni 28, 2009 pada 5:25 pm
-=SH TERATE DAN SH WINONGO=-
“Setia-Hati” berdiri tahun 1903 oleh Khi Ngabehi Suro Diwiryo.
Akar permasalaha pemicu pertentangan kedua kubu SHT dan SHW adl perbedaan ideologi antara Ki Ngabehi Suro Diwiryo dgn Hajar Hardjo Oetomo(murid eyang Suro).
MENURUT PANDANGAN:
1.Ki Ngabehi Suro Diwiryo
SH bkn tempat wadah perjuangan bangsa untuk pencapaian kmerdekaan,ttpi perkumpulan pencak silat &tdk mmbdakn SARA.
2.Hardjo Oetomo:
-SH adl sarana menggalang persatuan and alat prjuangn pncapaian merdeka.
.:Karena perbedaan tsb Hardjo Utomo mundur dr SH dan ijin kpd Eyang Suro utk mndirikan SH MUDA,tapi oleh Eyang Suro tidak diberi jawaban alias tidak direstui.Karena Eyang Suro mengtahui bhw di Pilangbango diadakn ltihan pencak silat,maka SH MUDA dicap oleh Eyang Suro sbg SH MERAH/SH KOMUNIS, SHM bersiasat mngbh nma mnjdi SH Pencak Sport Club(brgulir thn 1922).
Masalah terjadi dgn Belanda krn kt “PENCAK” tsb,akhirnya brgnti lagi mnjdi SH SPORT CLUB.
Thn 1942 atas inisiatip S.Soerengpati(tkoh Indonesia Muda),SH SPORT CLUB berganti mnjadi SH TERATE.
==================
FAKTA::::
Dari sini dapat dilihat bahwa antar SETIA HATI yang didirikan oleh Eyang Suro dengan SH TERATE adalah berbeda..
Mungkin dapt dktakan bermusuhan atau Penghianatan oleh murid ke Guru.
Jikalau ada yang memgatakan bhw Saudara2 SH TERATE adalah cucu atau saudara Eyang Suro, itu tidaklah benar.
Saudara tua sebenarnya adalah SH PANTI dan SH TUNAS MUDA WINONGO.
Hal itu terbukti bahwa Eyang Suro wafat thn 1944,sepeninggal beliau masih memiliki basis SETIA HATI di desa Winongo dgn murid2 beliau. Sedangkan tahun 1942 SH Jadi2an Hardjo utomo sudah ada di Pilangbango. Jadi dlm kurun waktu tsb tlh berdiri 2 perguruan:
1. SH asli Eyang Suro
2. SH pmbrontak Harjo utomo
))HUBUNGAN SH PANTI DENGAN SH TUNAS MUDA WINONGO((
+SH PANTI(sh surodiwiryan) adalah rumah Eyang Suro yg dahulu digunakan untuk menggembleng ilmu2 SH,Berpusat di daerah Panti,selatan rel kereta Winongo.
*** Sesepuh SH PANTI bapak KOESNI dan Pengasuh SH TUNAS MUDA bapak RDH SOEWARNO mengabdi pada Eyang Suro dari thn1939 dan hingga eyang meninggal, mereka belum dikecer. Akhirnya dikecer oleh murid Eyang Suro bernama Hadi Soebroto.
Perlu diketahui oleh kadang sh Terate,bahwa BapakRDH Suwarno bukanlah PENDIRI SH Tunas Muda Winongo, melainkan PENGASUH.
MENGAPA BERNAMA SH TUNAS MUDA DAN AKTIF TAHUN 1965?
-SETIA HATI Asli( bukan PSHT) sejak thn 1964 mngalami kemunduran dan tidak begitu aktif.
Dikarenakan berkurangnya pnrimaan murid baru, sebagian saudara SH sudah sepuh,bahkan meninggal.
Dikhwatirkan SH Asli akan mnglmi kpunahan,utk mnghindri hal tersbut, thn 1965 15 oct Bpk RDH Soewarno mngaktifkn kmbli kegiatan SETIA HATI.
Ini tentunya juga mndapat pngkuan dan persetujuan dari pihak SH PANTI,dapt dketahui bhwa SH PANTI mngijinkan pemakaian simbolnya pada SH Winongo ini.
Karena aktif dlm bntuk organisasi dan mndpt ijin notaris, dlm SHWINONGO disisipkan kata TUNAS MUDA,yang artinya SH yang akan bersinar kembali.
SH PANTI hingga sekarang masih ada dan seluruh organisasi penerimaan anggota,acara Suran Agung dan halal bihalal ditangguhkan kepada SETIA HATI TUNAS MUDA WINONGO MADIUN.
MENGAPA DALAM PENERIMAA SH TUNAS MUDA HARUS DILAKUKAN PENGESAHAN TERLEBI DAHULU??
-Dengan disahkan,seseorang akan resmi mnjdi Warga. Ilmu2 SH boleh diketahui hanya oleh warga dan dilarang mngjrkan kpd yg bkn warga.
Untuk pelajaran tngkt lnjut baik itu akan diikuti atau tdk oleh seorang warga,itu mrpkn ksdaran dr warga tsb. Karena SH tidak ada paksaan.
APA SEBAB ANGGOTA SH WINONGO TIDAK BEGITU BESAR DAN SEPOPULER SH TERATE?
-Hal ini karena siapapun yang akan menjadi warga SH TUNASMUDA WINONGO, maka diwajibkan untuk langung datang ke pusat d Madiun dan dikecer langsung, SH TUNAS MUDA tidak membuka cabang dimanapun.
EYANG SURO:
SH tidak membedakan SARA
Hardjo Utomo:
Masuknya orang Belanda ke SH akan menjadi musuh dalam selimut.
tapi sekarang di SH TERATE kok ada program go international ya?
Apa kata dunia????????
:-m:-o:.(:S:-D
Juli 4, 2009 pada 3:31 am
Salam persaudaraan
EKS…
Saya mohon untuk saudara se-SH jangan terus berseteru,saya yakin pemicu perseteruan adalah anggota SH yg msh muda n blm tahu apa itu SH..
Sdikit saya dinginkan disini tentang SH yg brbda2 tsb spy sdra2 tdk sll brseteru dan mohon yg mmbaca kmentar ini,,sebarkan…untuk prdamaian &ksatuan SH.
Saya adlh warga SH Winongo,kakak warga SHO&anehnya Romo saya adl warga SH Terate..
Mengapa berbda n tdk trjdi konflik??krn kami tlh mngtahui apa itu SH..jiwa SH..
Saya prihatin mngapa trjdi perseteruan antar warga SHT dg SH Tunas Muda hnya utk mndpt sbuah PENGAKUAN bhw itu SH asli..
Saya sering brtukar pkiran dg Romo saya ttg SH masing2,bhkn yg mnyuruh saya mngikuti SH Tunas muda winongo adalh Romo saya(Beliau msuk SH Terate saat itu pengurusnya adl RM Imam Koesoepangat).
MENURUT CERITA ROMO SAYA::
Semua SH itu adalah satu.
Ibaratnya Joyo Gendilo Cipto Mulyo(SH) itu adl sekolahan,dan Eyang Suro adl gurunya,mk murid2nya(pelajar) mmproleh suatu ilmu dan dikembangkan hingga sekarang,prbdaan adl wajar..
Klaupun Eyang Suro skg msih hidp,maka beliau akan trsenyum,krn SH,sekolahan yg beliau dirikan,skarang tlh mnjdi maju dan brkmbng mnjdi braneka ragam.
APA YANG MENDORONG ROMO (sbg warga SHT)SAYA MEMPERBOLEHKAN MENGIKUTI SH WINONGO?
Saat awal2 pengukuhan dan pmberian nma SH TUNAS MUDA,Romo(sbg warga SHT) sering bersowan atau skedar bercengkrama di SH Panti,beliau jg brbincang2 dg pengasuh SH Tunas Muda Winongo alm.RDH Soewarno di SH Panti tsb..
Dlm urun rembuk di markas SH Panti,beliau tahu mngapa SH Tunas Muda dikukuhkan,kata Romo saya:
-SH Panti anggotanya sudah sepuh2
-SH Panti mndukung pngukuhan SH Winongo untuk mngdakn pnerimaan anggota muda2 atau tua,krn SH Panti blm mmliki akte,hngga akhirnya dibrikn akte notaris RI tgl 29 Juni 1953 no:4 atas nma SH Tunas Muda Winongo Madiun.
-SH Panti,SH Terate,SHO pun jg mngkui pngukuhan pnambhn kata TunasMuda tsb.
RDH.Soewarno mngasuh Sh Winongo ssuai dg ilmu2 SH dlu ssuai tngkatan warga hngga tngkt 3,bgitu pula Ki Hajar Hardjo utomo,bdanya adl SH Terate grak pncak silatnya dikmbngkan.
Walaupun bkn warga SH Terate,saya bljr dr Romo saya ttg SH TERATE,dan ap ksimplanya?Gerakann pncak slat gk jauh brbda dg SH Winongo,SHO baik snam maupun jurus..inti ilmuSH jg sama..
Mgkn akn ad prtanyaa,siapa sbnarnya Bapak RDH.Sowarno mngapa brani mnjdi pngasuh SH TUNAS MUDA??
-Beliau adl murid eyang Suro,sama dg Ki Hajar Hardjo utomo,yg mmbdkn adl umur dan angktan tahunnya.
Ki Hardjo lbih dlu dan dkcer lngsung Eyang Suro,sdng Bpk Suwarno baru mngikuti SH thn 1939,saat itu beliau masih muda..hingga Eyang Suro wafat thn 1944,Bpk Suwarno masih mngikuti SH dan akhirnya dikecer oleh murid Eyang bernma mas Hadi Soebroto brsma mrid2 SH yg lain..Jadi Bapak Warno adl Adik sepeguruan Ki Hajar hardjo utomo(pendiri SHT),bapak Munandar(SHO),dan pasti saudara tahu,apa janji sesama sedulur SETIA HATI dari atas kebwh atau sbaliknya??Apakah dahulu ada perseturuan antar RM Imam.K(Angktan Moh.Irsyad)dg RDH.Soewarno?jawabnya TIDAK PERNAH sekalipun saudara…Tujuan SH Winongo juga mlestarikan budaya dr SH 1903,begitupun SH TERATE juga ingin mlestarikn jiwa patriot SH 1903,SHMuda,SH Pencak Sport Club,dan SH Sport Club…
Smua sama,edi peni,adi luhung SH Tunggal,ibarat Agama tp hanya 1 yaitu Pencipta..
Saudaraku…saya mnyesalkan ulah provokator2 muda yg mbda2kan SETIA HATI…Harusnya tahu makna SH.. SH Panti,SH Terate,SH Organization,SH Tunas Muda Winongo,SH Anoman,SH Tongkat Putih,SH Stamvaders,PSH Amersfoot, semua adalah BROEDER SHAFT..tidak akan brdiri jk tdk ada prstujuan dari para sesepuh SETIA HATI..belia sesepuh2 rukun tanpa konflik…mengapa saudara yg lbh muda dan ilmu dasar mmpetadukan SH hanya karena perbedaan plajaran,dan tahun pendirian…SH itu satu…
Semoga dgn komentar ini saudara SH bisa sling mngerti.
EKS
Salam persaudaraan..
Amar maruf nahi munkar
Ojo gawe susahing liyan,opo alane gawe senenging liyan..
Het leven is geen loletje.
Rukun agawe santoso,crah agawe bubrah..
The brave man isnt only the man who can fight his enemes,but also can fight his desire..
Tat twam Asi,Aku adalah Kau..
SH iku eka kadya badranaya hing mego kartiko,sumunar kumelip kadya sitaresmi kang agawe peni hing ngarcopodho,lan biso nyumunaraken hamemayu hayuning bawono ing kalbuning jalmo..
Dari saya::
Ir.GKPH Mas Soebandrio
Ing tlatah haNgayogyokarto..
Desember 16, 2009 pada 6:02 pm
Mas Ir.GKPH Mas Soebandrio Ing tlatah HaNgayogyokarto yang terhormat, sebagai warga SH Panti saya merasa geli membaca komentar anda. Dan saya yakin anda beserta romo anda belum pernah datang ke Panti SH nya Ki Ng. Soerodiwiryo, sebab informasi di atas ttg SH Panti itu salah semua atau mungkin yang memberi data sdr. itu dari SH Tunas Muda. Sebab setahu saya selama 25 th saya di Panti informasi tetang SH Panti dan SH Tunas Muda itu tidak demikian. Misalnya romo anda berbincang bincang demgan Pak Warno di Panti itu tidak mungkin sebab Pak Warno itu tidak pernah tinggal di Panti SH. Pak Warno itu kecer di Panti itu tahun 1960 an dan sebelum kecer tidak mungkin ketemu eyang Soero. Kemudian setelah kecer dia dilatih silat oleh Pak” Karmo” (yang menjadi wasit saat pertarungan Mas Imam SHT melawan Pak Koco SHTT dan dimenangkan oeleh mas Imam dengan tangkapan kaki kemudian P. koco kena krip) karena Pak karmo tidak sabar akhirnya P. Warno diserahkan kepada Bapak Pardi Dolopo (orangnya sangat sabar). Semenjak dia mulai melatih anak anak muda di desa Winongo tahun 1966, Pak Warno sudah tidak berani datang lagi ke Panti dia sering dipanggil oleh saudara SH Panti yang senior seperti Pak Ngalimun untuk diingatkan bahwa jadi Pendekar itu banyak musuhnya lo ! ayo sekarang sambung di Panti (jawabnya (P. Warno) mboten. Kemudian pernah sekali datang pada acara suran SH Panti tahun 1977, pada acara silaturahmi sambung Pak Warno mengantar salah satu bekas murid SH nya Pak Warno (SH Tunas Muda skr) yang telah masuk SH Panti, tidak bisa berbuat apa apa saat bersambung. Akhirnya P. Warno mau turun sambung tetapi setelah dihadapi Mas Kus Hartoyo , P. Warno hanya putar gelanggang terus menutup akhirnya tidak jadi sambung dan sejak itu sampai dia (P. Warno) meninggal tidak pernah lagi datang ke Panti SH . Perlu diketahui SH Panti tidak pernah Vakum , SH PANTI TIDAK PERNAH MENGUKUHKAN SH TUNAS MUDA, SH PANTI TIDAK PERNAH MENDUKUNG PENGUKUHAN SH WINONGO UNTUK MENGADAKAN PENERIMAAN ANGGOTA. SH Panti itu sudan punya akte sendiri mas jangan keliru. Di dalam SH panti P. Warno itu warga tk 1 (Erste Trap) bukan tingkat 3 seperti yang diceritakan romo panjenengan itu mas. Kemudian warga SH panti itu tidak semuanya sepuh sepuh yang muda juga banyak tapi usia harus 17 th ke atas (sudah dewasa) misal penulispun waktu kecer dipanti usia 20 th. Dan warganyapun banyak dari berbagai perguruan seperti SH Terate,SH Tunas Muda juga ada dan berbagai aliran karate banyak namun memang yang paling banyak dari keturunan SH maksudnya anak anak yang bapaknya juga SH Panti. Kalau P warno dikecer oleh P hadi Subroto itu memang betul tapi kalau mengikuti SH tahun 1939 itu yang tidak betul tidak ada ajaran SH yang seperti tiu. Membaca komentar komentar anda diatas saya menyimpulkan panjenegan dan romonya tidak pernah datang atau masuk Panti Setia Hati mungkin keliru Panti SHnya Pak Suwarno atau Panti yang lain. Jadi kadang informasi yang seperti ini (baru katanya dan yang memberi info juga sengaja membelokkan demi kepentingan pribadi) yang membuat orang berselisih paham. Kalau SH Terate bangga dengan Pendirinya Bpk Hardjo Utomo th 1922, SHO juga bangga dengan Pendirinya Bpk Munandar th 1936, kenapa SH Tunas muda tidak berani menampilkan P.Warno sebagai Pendirinya dan th 1966 sebagai tahun berdirinya. Dan biarkan SH Panti berdiri dengan sendirinya jangan dikait kaitkan lagi dengan SH Tunas Muda lagi. itu aja pesan saya supaya tidak lagi ada dusta diantara kita dan kalau semua mau jujur dan berani memperlihatkan jati diri saya yakin tidak ada lagi perseteruan lagi diantara saudara SH. yakinlah !!!! sebetulnya akar konflik itu dari permasalah tersebut diatas.
Demikian kiranya saya menanggapi komentar Ir. GKPH Mas Soebandrio dari sudut pandang kami sebagai warga SH Panti di madiun dan kalau ingin sharing lebih jelas dan dalam bisa hubungi saudara SH Panti yang ada di Jogya spt Mas Teguh Putra Bpk Kanjeng Bupati Koesnendar alm (Pakpuhnya Mas Imam K SHT) yang dulu Juru kecer SH panti setelah Eyang Soero. Beliau juga yang ngecer Sri Pakualam. Dan sampai sekarangpun SH Panti itu masih mengadakan penerimaan warga sendiri dari berbagai kalangan mulai dari masyarakat biasa sampai Jendralpun ada. sekali lagi penerimaan anggotanya tidak ditangguhkan kepada SH Tunas Muda itu salah besar dan pembohongan publik. Mohon maaf jika informasi kami menyinggung yang lain sekian dan terima kasih